Menelusuri Asal Mula Kata Kopi dan Nama Latin Kopi Arabika

0
6
Sejarah Kopi 01
Sejarah Kopi 01

KOPI-ALWIZAY.COM – Menelusuri Asal Mula Kata Kopi dan Nama Latin Kopi Arabika  Sejarah kopi cukup panjang, sepanjang proses yang dilaluinya mulai sejak tanam benih, panen, pengolahan hingga kita nikmati dalam secangkir kecil di warung kopi langganan bersama teman ngobrol yang selalu minta kita untuk membayarkan kopinya! Asal mula kata kopi tentu dari bahasa di mana kopi pertama kali di temukan. Tapi kalau pencetus nama latin dari kopi Arabika tidak harus penemu buah atau minuman kopi di mana dia pertama kali ditemukan. Sebagaimana kisah legenda yang populer berkisah, di Ethiopialah pertama kali kopi ditemukan dan ditanam sebagai produk komoditas. Sejarah telah melacak jejak budi daya kopi  berabad-abad silam di sebuah  hutan kopi kuno di dataran tinggi Ethiopia. Di tempat ini pulalah  kisah seorang sufi penggembala kambing, Kaldi, pertama kali menemukan potensi biji yang mirip dengan kacang ini ditemukan. Ceritapun dimulai ketika Kaldi menemukan kopi yang menjadi penyebab  mengapa kambing – kambing yang  memakan buah kopi ini menjadi sangat energik sehingga mereka tidak ingin tidur di malam hari. Kaldi melaporkan temuannya kepada  seorang ulama berpengaruh, yang kemudian membuat minuman dengan dengan biji kopi dan langsung merasakan khasiatnya.  Kopi beri berhasil membuatnya tetap waspada melalui doa malam yang panjang. Abbas berbagi penemuannya dengan ulama – ulama sufi lain dan kemudian segera menyebar di berbagai daerah.  Penemuan kopi yang berenergi semakin meluas hingga  mencapai semenanjung Arab. Di sinilah minuman kopi mencapai popularitasnya untuk pertama kali dan kemudian mengantarnya ke beberapa negara asia dan Eropa. Orang arab menyebut “qahwa” untuk minuman kopi yang kemudian diadaptasi oleh orang Eropa menjadi dengan Coffee atau Koffie. Tentu karena Bangsa Belanda yang membawa kopi ke Indonesia, kata kopi yang kita kenal sekarang adalah adaptasi dari Koffie. Sementara nama latin Kopi Arabika, Coffea arabica,  diduga pertama kali berikan oleh  seorang ilmuan Swedia bernama Carl Linnaeus (Carl von Linné) pada tahun 1753 ketika melakukan penelitian untuk pengklasifikasian tanaman  Kopi yang memiliki kandungan kafeina sebasar 0.8-1.4%. Kopi arabika yang dimaksud ini  adalah kopi yang  berasal dari Brasil dan Etiopia. Sejarah telah membuktikan Kopi Arabika atau Coffea arabica adalah  spesies kopi pertama yang ditemukan dan dibudidayakan manusia.

Sejarah Kopi 01
Sejarah Kopi 01

Semenanjung Arab

Penanaman dan perdagangan kopi dimulai di Semenanjung Arab. Pada abad ke-15, kopi ditanam di distrik Yaman di Arab dan pada abad ke-16 kopi dikenal di Persia, Mesir, Suriah, dan Turki. Kopi tidak hanya dinikmati di rumah-rumah, tetapi juga di banyak rumah kopi umum – yang disebut qahveh khaneh – yang mulai muncul di kota-kota di Timur Dekat. Popularitas kedai kopi tiada bandingnya dan orang sering mengunjungi mereka untuk semua jenis kegiatan sosial.

BACA JUGA:  Tahukah Anda, Kopi Berasal Dari Negara Mana?

Para pelanggan tidak hanya minum kopi dan terlibat dalam percakapan, tetapi mereka juga mendengarkan musik, menonton pemain, bermain catur, dan terus mengikuti berita. Rumah kopi dengan cepat menjadi pusat pertukaran informasi yang penting sehingga sering disebut sebagai “Sekolah Orang Bijak.” Dengan ribuan peziarah mengunjungi kota suci Mekah setiap tahun dari seluruh dunia, pengetahuan tentang “anggur Araby” ini mulai menyebar. Sekarang kita akan melihat lebih jauh tentang sejarah dan juga nama latin dari kopi Arabika.

Sejarah Kopi 02
Sejarah Kopi

Kopi Arabika

Asal-usulnya berasal dari sekitar 1.000 SM di dataran tinggi Kerajaan Kefa, yang saat ini merupakan Ethiopia. Di Kefa, suku Oromo memakan kacang, meremukkannya dan mencampurkannya dengan lemak untuk membuat bola sebesar bola pingpong. Bola-bola itu dikonsumsi karena alasan yang sama dengan kopi yang dikonsumsi saat ini, sebagai stimulan. Spesies tanaman Coffea Arabica mendapatkan namanya sekitar abad ke-7 ketika kacang itu menyeberangi Laut Merah dari Ethiopia ke Yaman masa kini dan Arabia yang lebih rendah, karenanya disebut “arabika.”

Catatan tertulis pertama dari kopi yang dibuat dari biji kopi panggang datang dari para sarjana Arab, yang menulis bahwa itu berguna dalam memperpanjang jam kerja mereka. Inovasi Arab di Yaman untuk membuat minuman dari kacang panggang menyebar pertama di antara orang Mesir dan Turki, dan kemudian, menemukan jalannya di seluruh dunia. Arabika dianggap sebagai merlot kopi, rasanya ringan, dan bagi peminum kopi, dapat digambarkan memiliki rasa manis, yang ringan.. Tidak ada sumber yang jelas sebagai referensi namun pada waktu biji kopi Arabika ditemukan, orang-orang pada zaman dahulu  pernah menikmati kopi Arabika dalam bentuk bola lemak sebesar bola pingpong.  Berbeda dengan sejarah dan penggunaan kata kopi, untuk menentukan nama latin dari kopi Arabika ternyata lebih mudah dan tak memerlukan perdebatan ataupun diskusi panjang

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here