Cethe; Seni Melukis Batang Rokok Dengan Ampas Kopi

0
298
Cethe Melukis Kopi 01
Cethe Melukis Kopi 01

Kopi-Alwizay Cethe; Seni Melukis Batang Rokok Dengan Ampas Kopi Di tangan orang – orang kreatif, sesuatu yang sederhana bisa menjadi menarik bahkan bernilai tinggi. Bagi pecinta kopi di daerah Tulungagung, Malang, Gresik dan Lamongan, atau Rembang, Kudus dan kalau di daerah Jawa Tengah istilah Nyethe mungkin tidak asing lagi. Karena di daerah – daerah inilah, budaya menghias rokok dengan ampas kopi cukup populer. Bahkan beberapa kali sudah diadakan perlombaan. Lomba melukis rokok dengan menggunakan ampas kopi.

Cethe Melukis Kopi 01
Cethe Melukis Rokok Ampas Kopi

Seperti halnya saya, pertama kali melihat cethe sempat kebingungan. Melukis rokok dengan ampas kopi memang bisa bertahan berapa lama? Apakah kalau rokok sudah dilukis ada kenikmatan lebih yang kita dapatkan? Pertanyaan – pertanyaan tadi mungkin mewakili sebagian besar pecinta kopi atau perokok ketika pertama kali bertemu dengan Cethe.

Sayangnya memang belum pernah ada satu kajian atau penelitian sehingga tradisi nyethe ini bisa diketahui pasti kapan dimulai dan siapa yang pertama kali melakukannya. Hanya kabar dari obrolan warung kopi yang menjelaskan bahwa awal mula nyethe adalah karena keisengan seorang pecinta kopi yang sekaligus perokok yang mengolesi rokoknya dengan ampas kopi ketika kopi yang diminumnya telah  habis tapi dia masih ingin nongkrong di warung kopi langganannya. Kebiasaan itu diulang – ulangnya sehingga beberapa orang yang melihatnya pun meniru apa yang dilakukannya. Memang, aroma rokok akan berubah ketika ada balutan cethe. Tembakau rokok yang terlalu keringpun berubah menjadi sedikit lembab karena cethe yang menempel di kertas rokok.  Lama kelamaan, munculah ide untuk tidak hanya sekadar mengoleskan ampas kopi pada rokok yang akan mereka hisap,  dibuatlah satu gambar atau pola yang menyerupai batik sehingga rokok menjadi terlihat menarik. Meskipun akhirnya lukisan itupun akan habis terbakar.

Cethe Melukis Kopi 02
Cethe Melukis Rokok Indahi

Cethe ini memang telah ada sejak lama, merupakan tradisi bagi sebagian masyarakat Jawa yang hobi menikmati kopi di warung – warung kopi. Seiring dengan berjalannya waktu, bahan untuk membuat cethepun ikut berkembang. Yang pada awalnya hanya ampas kopi, sekarang seniman cethe mulai memanfaatkan, gula merah atau susu kental untuk lebih merekatkan cethe. Sementara, alat lukisnya bukan hanya sendok kopi yang disediakan oleh penjual, mereka bisa memanfaatkan benang, batang korek api kayu, tusuk gigi, bahkan jarum atau peniti. Seni melukis ampas kopi sepertinya akan terus berkembang.

BACA JUGA:  Sensasi Pahit Kopi Sehat, Kopi Juwet Lamongan

Jika anda ingin membuat sendiri, anda perlu tahu syarat khusus kopi apa atau rokok apa yang bisa dipakai untuk nyethe. Meski emua jenis rokok bisa menjadi media nyethe baik itu kretek ataupun filter tetapi disarankan untuk menggunakan rokok  yang tidak gampang patah. Sedang untuk jenis kopi, anda bisa memakai semua  jenis kopi  yang memiliki ampas halus bisa dijadikan cat lukis cethe.  Jadi jika kamu minum kopi tubruk yang berampas (apapun jenis kopinya baik arabika ataupun robusta), ampas kopinya bisa dijadikan alat untuk melukis rokok.

Sama seperti melukis , tidak semua orang bisa membuat cethe yang bagus.  Jika anda tak bisa membuat cethe dengan baik anda bisa meminta tolong teman anda yang hobi melukis untuk membuatkan cethe sesuai keinginan. Atau siapa tahu anda tengah jalan – jalan dan berwisata kopi di Tulungagung atau Rembang  dan kemudian bertemu dengan seniman cethe, anda bisa pesan satu atau dua batang rokok lukisan cethe dari mereka atau malah satu bungkus rokok cethe sekalian. Tentunya anda harus sabar menunggunya hingga semua batang  – batang rokok yang anda pesan berubah menjadi rokok berhias cethe cantik.

Ayo yang belum ngopi segera tunaikan kewajibanmu… !

Salam kopi hitam, salam inspirasi kopi!

Kata Kopi Kita

“Ketika kopi menjadi sahabat, malam tak lagi menakutkan. Karena tak ada lagi sepi dan dingin menyekap kita.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here